Limbah Cair Tapioka

Warna: Air limbah industri tapioka yang masih baru berwarna putih kekuning-kuningan, sedangkan air limbah yang basi atau busuk berwarna abu-abu gelap.

Bau: Bau busuk dapat menunjukkan apabila air limbah tersebut masih baru atau telah membusuk. Air limbah tepung tapioka yang masih baru berbau khas ubi. Bau tersebut akan berubah menjadi asam setelah 1 sampai 2 hari, kemudian air tersebut akan menjadi busuk dan mengeluarkan bau khas yang tidak sedap. Salah satu zat yang dihasilkan dari proses penguraian senyawa-senyawa organik adalah asam sulfida, posfor dan amoniak yang menyebabkan air jadi busuk dan berbau amat menusuk yang tercium pada jarak sampai 5 kilometer.

Padatan tersuspensi: Padatan tersuspensi mempengaruhi kekeruhan dan warna air limbah. Apabila terjadi pengendapan dan pembusukan zat-zat tersebut di badan air penerima air buangan. Sehingga akan mengurangi nilai guna perairan tersebut. Padatan tersuspensi di dalam air cukup tinggi, berkisar 1500-5000 mg/l. Padatan tersuspensi ini merupakan suspensi pati yang terendapkan pada (pengendapan tingginya kandungan padatan tersuspensi menandakan bahwa proses pengendapan belum sempurna. Nilai padatan tersuspensi,BOD, COD saling berkaitan tinggi padatan tersuspensi semakin tinggi nilai COD dan BOD nya.

pH (Keasaman): Konsentrasi ion hydrogen adalah ukuran kualitas air maupun dari air limbah. Perubahan pH pada air limbah industri tepung tapioka menandakan bahwa sudah terjadi aktivitas mikroorganisme yang merubah bahan-bahan organik yang mudah terurai menjadi asam. Limbah cair yang nasih segar 6-6,5 akan turun menjadi pH kira-kira 4,0 (Departemen Perindustrian, 1986).

Biochemical Oxigen Demand (BOD): Merupakan parameter yang umum dipakai dalam menentukan pencemaran oleh bahan-bahan organic biodegradable pada air limbah.

Sianida (CN): Komponen kimia lainnya yang terdapat pada limbah industri tepung tapioka adalah asam sianida. Asam sianida disebut juga asam biru, mudah sekali menguap. Asam ini sering digunakan untuk fumigasi tikus dan untuk sintesis bahan kimia. Senyawa ini sangat beracun dan apabila terminum dalam jumlah yang melampaui batas yang ditetapkan maka akan mengganggu rantai pernafasan sel. Kadar sianida dalam air minum tidak boleh lebih besar dari 0,05 ppm/l. Sedangkan berdasarkan KEPMEN LH No.5 1 1995, kadar sianida dalam air limbah tapioka maksimum 0,5 mg/l

Secara garis besar pengelolaan limbah industri ada 3 macam yaitu :  ….  Ke Halaman Berikutnya …

Incoming search terms:

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, akan bernilai lebih jika Anda membagikannya kepada teman dan sahabat, dengan tombol like facebook, tweet, dan google plus disamping ....

Pages: 1 2 3 4

One Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


About Us



Image and video hosting by TinyPic








Artikel Public Health Penting Lainclose